Cerpen : Merindukanmu -RIFY-

New cerpen special buat someone yang pindah ke Batam :[ huhu…
Koq ga bilang sih?! Aku kecewa tau gak xD # hiks --''
Juga buat ''mantan sahabatku'' yang *sensor* dan juga sahabatku yang udah kecewa berat sama aku ! Maaf yah, aku ga bermaksud :)



Cerpen          :           Merindukanmu -RIFY-



''hmm…, selamat pagi dunia'' ucapku sambil membuka jendela kamarku, lalu duduk dipinggir jendela tersebut dan meregakkan otot-otot tanganku.

''Hari yang begitu cerah, namun tak secerah hatiku kini'' lanjutku seraya mengamati jalanan komplek rumahku, dari kamar yang berada dilantai 2 itu.

''Hhhh…'' aku mendesah kecil. Melihat pemandangan dijalanan komplek perumahanku tersebut. Ku lihat beberapa anak kecil sedang bermain dengan ria, tanpa beban pikiran apapun. Aku menghela nafas panjang. Ku putar lagi memoriku bersama dirimu dulu. Memori yang selalu tersimpan dibenakku sampai saat ini. Andai saja aku bisa memutar waktu, aku tak ingin mengenal dirimu. Aku tak ingin masuk dalam hatimu. Apapun itu. Rasanya, aku ingin sekali kembali seperti anak-anak kecil yang sedang berlarian mengejar angin yang berhembus, tertawa ria, penuh rasa bahagia. Tanpa beban sedikit pun dalam hati mereka.

Kini, mataku tertuju pada sebuah boneka yang ku simpan rapi di dalam lemari khusus.  Lemari yang disediakan hanya untuk benda-benda berharga untuk diriku. Mulai dari Piala, Piagam, dan… boneka kenanganku dengan dirimu.

Aku beranjak dari sisi jendela, lalu melangkah kecil mengambil boneka yang sangat lucu itu. Ku gapai dari tanganku, dan memeluk erat boneka tersebut, sangat erat, dan semakin erat.

Aku pun merasakan sesuatu yang berbeda saat ku peluk dengan penuh rasa yang sungguh tak bisa diungkapkan. Aku merasakan kehangatan. Dan aku juga merasa, kalau kini, kamu sedang ada didekatku, bersamaku.

''Aku kangen kamu Rio. Emm…, padahal kita masih tinggal dalam satu kota looh, hehe…, tapi aku bener kangen sama kamu. Andai aja kita satu kampus. Pasti aku ga kayak gini.'' Gumamku masih memeluk boneka dan tak ku sangka, aku kembali meneteskan air mata untuk kesekian kalinya.


Ify. Itulah namaku. Seorang mahasiswi di kampus Universitas Gajah Mada Jogja. Dulu, semasa SMA, aku punya kekasih bernama Rio. Dia tampan, tapi bukan tampan itulah yang aku inginkan darinya, tapi dia baik dan perhatian padaku. Dia cinta pertamaku. 6 Bulan kami berpacaran, hubungan kami kandas begitu saja, karena seseorang yang dengan sengaja menghancurkan hubungan indah itu. Orang yang selalu ku banggakan menjadi seorang sahabat terbaikku, tapi dia mengkhianatiku dengan sadarnya.


***
^ Flashback ^

''Ify…, udah siap gak sih lo? Buruan wooii…'' teriak seseorang dari luar. Aku sangat mengenali suara itu. Alvin, dia kakakku, sekaligus seorang sahabat yang selalu setia mendengarkan curhatku. Termasuk masalahku dengan Rio.

'Andai saja tidak ada Nenek Lampir itu, mungkin aku sudah bahagia dengan Rio' batinku teringat kenangan pahit itu.

''Hmm, tunggu ka. '' jawabku berteriak, dan bergegas keluar kamar menemui Alvin, kakak terbaikku.


***


Hari ini hari Minggu. Terkadang, aku dan ka Alvin keluar rumah pagi-pagi untuk jogging, atau sekedar menikmati suasana pagi yang sejuk dan damai.
Begitupula hari ini, dengan kaos panjang, dan celana ¾, aku pun bersiap menemui ka Alvin yang sudah stand by diruang tamu untuk menungguku.

''Em, maaf ka. Lama yah? '' tanyaku setiba sampai diruang tamu dan duduk mendekati ka Alvin yang sedang membaca sebuah majalah.

''Gak koq, udah yuk, entar kesiangan looh'' jawab ka Alvin seraya berdiri, dan melangkah keluar rumah berserta susulanku dari belakangnya.


***


Sudah beberapa menit aku disini. Lumayan lama aku berolahraga sambil menenangkan pikiranku. Jogja pagi ini memang benar-benar segar, sejuk, dan sangat-sangat indah untuk hati yang sering galau sepertiku ini.
Tapi semua itu berubah sesaat, seketika jantungku berdegup kencang. Mungkin, aku terlalu lelah untuk hal ini. Dan entah kenapa, tiba-tiba pula, perasaanku mulai tak nyaman, feeling ku tidak baik untuk saat ini. Aku pun membujuk ka Alvin untuk balik ke rumah. Penyakit galau ku kambuh. Aku takut akan terjadi apa-apa sama orang yang ku sayang. Apalagi kini bundaku sedang sendiri dirumah. Ayolah…, aku harus berpikir positive.

''Ka, pulang  yuk, perasaan Ify gak enak nih. Yah? Please, Ify takut bunda kenapa-napa. Yuk pulang ka…'' ajakku dengan tampang yang memohon.

''Nanggung lah fy, udahlah, mama gapapa koq. Buktinya perasaan kaka biasa-biasa aja. '' jawab ka Alvin santai. Aku mendengus kesal -_-''

''Please ka. Yayaya? Entar, kalo pulang sekarang, aku kasih deh nomer handphone Sivia ;) please ka…'' rengekku lagi sambil memberikan tawaran yang membuat ka Alvin tergiur dan semangat bukan main.

''Ya udah ayok, buruan…'' lanjut ka Alvin lalu berlari sekencang mungkin dan berlalu meninggalkanku. Huh, dasar Alvin, giliran cewe aja cepet xixixi xD


***


''huuuh huuuuh''
Sepertinya, ini ajang balapanku dengan ka Alvin.
Sesampai didepan rumah, Aku menghela nafas, sambil mengatur dengan perlahan.

''Ify, Alvin? Kenapa kalian lari-larian? Kayak anak kecil aja kalian'' sambut bunda menggeleng bingung dengan tingkah laku kami berdua.

''Bundaaaaa……'' teriakku seketika melihat bunda masih dengan keadaan yang sehat bugar :) aku tersenyum bahagia, ternyata benar apa kata ka Alvin. Bunda gak kenapa-kenapa. huuh, syukurlah…

''Lah, kamu kenapa sayang? Kamu diapain kakamu? '' tanya bunda sambil membelai rambutku lembut dalam pelukannya.

''emm'' aku berdesah kecil, lalu tersenyum jahil sambil melirik ka Alvin yang ada dibelakangku sambil mengacak pinggang dan kecapean -_-''mungkin hihi…

''Ify tu bun yang ngapa-ngapain aku. Buktinya, tadi dia nyuruh aku cepet pulang ke rumah buat liatin keadaan mama. Dia khawatir banget tuh, katanya perasaan dia ga enak. Hhuuuh '' jawab ka Alvin dengan tampang manja pada bunda.

''Hehe, entar aku tepatin koq janjinya'' jawabku sambil mengedipkan sebelah mata pada ka Alvin. Ia pun tersenyum manis padaku. Haha, ada-ada saja ;p


***


Aku tersenyum tipis sambil berjalan gontai menuju kamarku. Entah kenapa lagi, perasaan ku kembali tak enak. Namun tetap aku terus melangkah pergi ke kamarku yang berada dilantai dua tersebut. Meski sekarang tubuhku berselimut keringat. Emm,, mungkin saja aku terlalu kecapean. Mungkin .


@ Kamar

…brruuuuk…

Aku menghempaskan badan ke ranjang dan terbaring sambil menatap langit-langit kamarku. Kembaliku menghela nafas panjang. Lalu mataku kembali tertuju pada sebuah cahaya yang berasal dari handphoneku.
''Mungkin ada sms'' gumamku berjalan beberapa langkah, dan mengambil hapeku yang berada dimeja belajar.

- 1 new inbox -
( Sivia endut )

''Sivia? Tumben nie anak sms. Baca aja deh'' ucapku lalu menekan tombol open.


Message for :
Sivia endut

Ipi…, happy birthday ya :) sorry telat -_-'' hehe.
Eh, aku mau bilang juga, Rio pindah ke Batam !


''hah? Serius? Ya ampun Rio, loe koq ga bilang gue sih? Shit…, pantes sms gue ga dibales-bales. Rio…,''

Aku kaget bukan main dengan isi pesan dari Via tersebut. Dengan cepat dan tanggapnya, aku pun membalas sms tersebut. Hingga terjadi balas-balasan antara kami berdua -_-''


***
To: Sivia endut
Seriusan Vi? Tau dari mana? Lo bo’ong kan…

From: Sivia endut
Sumpah fy! Loe masih ingatkan sama Dea? Yang pengganggu hubungan loe waktu lalu? Mereka udah putusan, karena kepindahan Rio. Aku diberi tau sama Shilla, kan Shilla satu kampus sama Rio. Yang kuat yang sayang…

To: Sivia endut
Kapan Rio berangkat? -_-'' ga kuat gue .

From: Sivia endut
Pesawat pagi, jam 09.35
***


''What? Jam 09.35? Dua puluh menit lagi -_-'' kabur dah gue''
Saking terkejutnya, aku pun berlari dengan tergesa-gesa menuju lantai bawah, kalian tahu apa yang akan ku lakukan?
Aku akan menyusul Rio untuk pergi ke Bandara.
Entahlah, kenapa tiba-tiba, kakiku berjalan dengan cepat untuk hal ini.

''Eh fy, mau kemana? '' cegat ka Alvin padaku.

''Aduh ka, ini udah gawat. Aku mau pergi dulu'' tolakku lalu berlari dengan langkah semakin cepat keluar 'aku ingin ketemu Rio terakhir kali ka' lanjutku dalam hati.

''Kemana woy? Naik apa? '' teriak ka Alvin masih celingak-celinguk melihat keadaanku yang jadi begini-begitu.

''Taksi mungkin'' jawabku juga berteriak sambil memandangi kearah jalan, mencari taksi yang ada.

''Biar gue anter'' teriak ka Alvin lagi sambil berlari mengambil kunci mobilnya, menit kemudian, aku dan ka Alvin pun berangkat ke bandara menaiki mobil yang dikendarainya.


-Perjalanan-

''Ka, buuan ka…! Rio ka…''

''Sabar fy. Ini juga udah ngebut''


Selang beberapa menit kemudian, kami pun sampai di Bandara Adi Sucipto Jogja. Aku pasangkan mataku dengan teliti. Ku lihat seisi bandara, dengan tergesa-gesa aku mencari sesosok seorang Rio. Dimana kamu Rio?

''Fy, mending lo tanya sama adminnya disana? Lo liat pesawat Rio udah berangkat apa belum? '' usul ka Alvin yang nampak juga ikut mencari seorang yang paling berharga dihidupku itu.

Tanpa menjawab ucapan Alvin. Aku pun berlari menuju administrasi yang ada didekatku. Dengan terburu-buru aku pun berbicara terpotong-potong pada penjaga disana.

''emm…m..baa…, pesawat pagi tujuan Batam udah berangkat belum? '' tanyaku.

''Tadi sih lagi bermasalah, entar saya cek dulu'' jawab perempuan tersebut lalu pergi mencari info yang ku tanyakan.


***


Detik kemudian, aku merasakan suara Rio memanggil namaku. Mungkin itu hanya khayalan ku semata. Tapi tidak , itu nyata…
''IFY…''

Aku membalikkan badan. Ku lihat Rio berdiri tegap dihadapanku. Tersenyum manis, bahkan sangat manis.

''Rioooo'' ucapku langsung memeluk Rio.

''Kamu benar mau pindah ke batam? '' tanyaku langsung, dan tak ada jawaban dari mulutnya, ia hanya mengangguk.

''Aku tau, aku bukan siapa-siapa. Tapi aku ingin melihattmu yang terakhir kali. Jangan lupain aku ya''

'' Iya fy. Aku ga bakal lupa sama cinta terakhir aku''

Aku kembali memeluk Rio erat, dan menangis dalam pelukan tersebut.
Beberapa detik berlalu, Rio melepaskan pelukan tersebut, dan menghapus air mata yang terurai lembut dipipiku. Ia tersenyum, dan mundur beberapa langkah dari hadapanku.

'' Maafkan aku yang sudah membuat kecewa. Aku harus pergi!? ''

^ Flashback ^
***


Kini, semua itu hanya menjadi kenangan pahitku -_-''
Kenangan yang takkan pernah ku lupakan.
Apa kalian tahu? Setelah aku kembali ke rumah, aku bosan dengan keadaan yang kurang bersahabat. Aku pun menonton tv bersama ka Alvin. Acara tersebut cukup lucu dan memuaskan, juga membuatku lupa akan kejadian beberapa menit sebelumnya. Tapi tidak sebelum acara berita *sekilas* yang menayangkan bahwa ''pesawat Jogja – Batam jatuh ditepi pulau Sumatera, semua tewas, tanpa kecuali'' dan itu adalah pesawat Rio.
Aku menangis saat itu. Sungguh -_-'' aku semakin kecewa dengan Rio, yang pergi secepat itu.
***

Saat aku tertawa diatas semua
Saat aku menangisi kesedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau aku kenal

Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan kukan slalu memujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau ada dimana
Dengarkanlah aku ku merindukanmu

***
The End
***



Hancur, hancur, cerpenku *sing*
Maaf berjuta-juta maaf buat anak RFM, kalau cerpenku jelek total !?
Ini aku buat pas otak lagi kacau nauzubillah…
Hiks -_-'' doain aku yah, biar masalah cepet clear :)

Please Like and Comment

Follow please + Mention:
@Princess_bebeph

Thank kayu (?)
# sekali lagi maaf kalau cerpen ini terlalu jelek, hancur, gaje, dan …